Selangkah Lagi Warga Kecamatan Kei Besar Nikmati Listrik 24 Jam Janji Pemda Malra Terpenuhi

M.Taher Hanubun Saat Melakukan Doa Bersama bersama Muspida dan Sebagian masyarakat dilokasi Pln Elat
M.Taher Hanubun Saat Melakukan Doa Bersama Sukur dilokasi PLN Elat bersama beberapa Muspida dan Warga Masyarakat dilokasi Pln

Terkini.Id, Maluku Tenggara – Selangkah lagi warga Kecamatan Kei Besar menikmati listrik 24 jam, harapan Pemda Maluku Tenggara untuk kesejahteraan masyarakat Kei Besar terpenuhi melalui kerja keras Bupati Maluku Tenggara, M.Taher. Hanubun.

M.Thaher Hanubun mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemda untuk mengoptimalkan pelayanan listrik di Kei Besar. Bahkan sebagai pimpinan daerah.

Dirinya lantas sampai membentak Direktur PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara serta Manajer Unit Pelayanan wilayah Maluku Tenggara untuk sesegara mungkin mengoptimalkan pelayanan listrik di wilayah Kei Besar.

M.Taher Hanubun, Bupati Maluku Tenggara Saat Diwawancarai Sejumlah Awak Media dialokasi PLN Elat Kecamatan Kei Besar Tengga

“Atas tindakan itu, saat ini Manajer Unit Pelayanan Malra senantiasa bersama saya dalam melakukan koordinasi untuk penyalaan listrik 24 jam di pulau Kei Besar,” ujar Bupati MTH kepada awak media di Elat, Selasa, 9 Mei 2020.

Orang nomor satu Malra itu menegaskan, saat ini tidak ada lagi kendala yang datang dari pihak PLN untuk tidak merealisasikan program penyalaan listrik 24 jam di wilayah ini.

Apabila kendala itu ada, katanya, bukan lagi dari pihak PLN, melainkan dari masyarakat itu sendiri, yang mana belum bisa menerima adanya pembangunan.

Untuk itu, Bupati Hanubun berharap, masyarakat Kei Besar sudah saatnya harus dapat menerima pembangunan yang saat ini sedang dilakukan.

“Bagi masyarakat Kei Besar yang tinggal di wilayah Langgur dan kota Tual, jangan tinggal berdiam diri saja, tetapi datang dan lihatlah kesulitan masyarakat yang ada di sini,” imbaunya.

Bupati Thaher meminta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program PLN. Salah satunya dengan merelakan tanaman pohon yang berada disekitar lintasan jaringan listrik PLN untuk dipangkas dan atau ditebang. Hal itu dimaksudkan agar tidak mengancam atau berpotensi mengganggu jaringan listrik.

“Jadi mungkin untuk satu dua pohon, bisa untuk kita korbankan. Tentu semua itu pasti ada maharnya, tetapi yang terpenting saat ini adalah masyarakat bisa bekerjasama dan membantu PLN dan Pemda Malra guna menggenjot pelistrikan di wilayah Kei Besar,” pintanya.

Pensiunan Guru itu mengaku optimis dan berkeinginan besar agar masyarakat Kei Besar dapat menikmati layanan listrik secara optimal sebagaimana masyarakat di wilayah Langgur dan sekitarnya.

Bupati Thaher menyatakan, Pemda Malra akan membantu membayarkan mahar sebagai ganti rugi atas penebangan tanaman pohon milik warga. Pembayaran dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan sebagaimana berlaku.

“Biaya tunggakan rekening listrik PLN oleh masyarakat sudah dibayarkan pihak Pemda yang ditetapkan dalam anggaran APBD tahun 2019 dan itu sudah terlaksana,” katanya.

Lanjutnya menyebut, awalnya pihak PLN menetapkan rekening yang tertunda-belum terbayar kurang lebih sebesar Rp. 300 juta. Tetapi atas inisiatif bersama antara Pemda dan DPRD saat itu, maka telah disetujui untuk membayar tunggakan tersebut sebesar Rp. 200 juta.

“Tentunya itu masih kurang. Jadi kedepannya, saya minta agar ketika lampu sudah nyala 24 jam di wilayah Kei Besar maka masyarakat harus disiplin dalam membayar tagihan listrik. Dengan begitu, opersional dapat tetap berjalan baik,” tandasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Baru saja 4 bulan Jabat Kapolres Alfaris Berasil Turunkan Angka Kejahatan diwilaya hukumya

Kapolres Malra Hotel Anugra diperketat Selain Tim Medis dan APD yang Lain dilaran Masuk

5 Pasien Positif Corona, 1 Dirawat di RSUD Marren 4 Lainnya di Hotel Anugra

UPP Kota Tual Menunda Sejumlah Aktifitas Tranportasi Laut Akibat cuaca Buruk

Masuk Kota Tual dan Malra Penumpang Wajib Tunjukan Hasil Swab

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar