Sejumlah Ormas Dukung Aktifitas Investasi di Kota Tual

Terkini.id, Kota Tual – Sejumlah Organisasi Masyarakat, di antaranya Front Pemuda Muslim Maluku FPMM, Lumbung Aspirasi Rakyat (Lara), Serikat Buruh Independen (SBI), Gerakan Rakyat Kota Gerak, dan Forum Nelayan Lokal (FNL) Kota Tual, yang tergabung dalam Forum Aliansi Peduli Rakyat Sejahtera Kota Tual, mendukung PT Samudra Indo Sejahtera (SIS) untuk berinvestasi di Kota Tual.

Koodinator Aliansi Ormas Peduli Rakyat Sejahtera Ruslani Rahayaan SE  pada 6 September 21 mengatakan, “Sebagai elemen masyarakat Kota Tual, kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tual yang sudah membuka ruang untuk PT SIS hadir dan berinvestasi di Bumi Maren Kota-Tual.

Terkait dukungan tersebut, kata Rahayaan, kehadiran PT SIS akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Kota Tual, selain itu juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan transaksi yang akan terjadi antara perusahaan dengan masyarakat.

Lebih dari itu, perusahaan juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah ini.

Beroperasinya perusahan ini selain akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga merupakan salasatu cara untuk mengatasi tingginya angka pengangguran.

“Untuk mengatasi berbagai masalah sosial di kota Tual, kami yang bergabung dalam forum Aliansi ini menyatakan sikap dan meminta kepada PT SIS agar dalam merekrut tenaga kerja lapangan maupun tenaga kerja adminstrasi dan staf agar prioritaskan putra-putri di daerah yang punya kemampuan sesuai persyaratan,” katanya.

Ruslani juga meminta pihak perusahaan agar sebelum melakukan rekrutmen karyawan sebaiknya melakukan pelatihan dan bimbingan bagi nelayan lokal agar mereka bisa bekerja dengan baik bagi kepentingan perusahan.

PT SIS juga diminta melakukan aktivitas belanja berbagai kebutuhan pokok di pasar Tual, dan menghormati hukum adat dengan tidak terlibat dalam urusan adat lokal Kota Tual.

Belajar dari pengalaman masa lalu, perusahaan juga diminta memberikan kepastian kesehatan dan pengawalan ketat bagi tenaga kerja asing yang datang dari luar untuk bekerja. Semua ini untuk mengantisipasi berbagai penyakit menular seperti HIV Aids, dan lainnya.

PT SIS juga diminta agar dalam berinvestasi dapat memberikan dampak positif bagi daerah dalam peningkatan PAD, sesuai dengan berbagai produk hukum dan peraturan Pemkot Tual.

Rahayaan juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat Kota Tual agar bersama-sama menciptakan kondisi investasi yang aman bagi pihak perusahaan dalam melaksanakan aktivitas usaha.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak management PT SIS untuk menyampaikan dukungan serta aspirasi tersebut,” katanya.

Terkini,Id.Kota Tual Sejumlah Organisasi Masyarakat, di antaranya Front Pemuda Muslim Maluku FPMM, Lumbung Aspirasi Rakyat (Lara), Serikat Buruh Independen (SBI), Gerakan Rakyat Kota Gerak, dan Forum Nelayan Lokal (FNL) Kota Tual, yang tergabung dalam Forum Aliansi Peduli Rakyat Sejahtera Kota Tual, mendukung PT Samudra Indo Sejahtera (SIS) untuk berinvestasi di Kota Tual.

Koodinator Aliansi Ormas Peduli Rakyat Sejahtera Ruslani Rahayaan SE  pada 6 September 21 mengatakan, “Sebagai elemen masyarakat Kota Tual, kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tual yang sudah membuka ruang untuk PT SIS hadir dan berinvestasi di Bumi Maren Kota-Tual.

Terkait dukungan tersebut, kata Rahayaan, kehadiran PT SIS akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Kota Tual, selain itu juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan transaksi yang akan terjadi antara perusahaan dengan masyarakat.

Lebih dari itu, perusahaan juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah ini.
Beroperasinya perusahan ini selain akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga merupakan salasatu cara untuk mengatasi tingginya angka pengangguran.

“Untuk mengatasi berbagai masalah sosial di kota Tual, kami yang bergabung dalam forum Aliansi ini menyatakan sikap dan meminta kepada PT SIS agar dalam merekrut tenaga kerja lapangan maupun tenaga kerja adminstrasi dan staf agar prioritaskan putra-putri di daerah yang punya kemampuan sesuai persyaratan,” katanya.

Ruslani juga meminta pihak perusahaan agar sebelum melakukan rekrutmen karyawan sebaiknya melakukan pelatihan dan bimbingan bagi nelayan lokal agar mereka bisa bekerja dengan baik bagi kepentingan perusahan.

PT SIS juga diminta melakukan aktivitas belanja berbagai kebutuhan pokok di pasar Tual, dan menghormati hukum adat dengan tidak terlibat dalam urusan adat lokal Kota Tual.

Belajar dari pengalaman masa lalu, perusahaan juga diminta memberikan kepastian kesehatan dan pengawalan ketat bagi tenaga kerja asing yang datang dari luar untuk bekerja. Semua ini untuk mengantisipasi berbagai penyakit menular seperti HIV Aids, dan lainnya.

PT SIS juga diminta agar dalam berinvestasi dapat memberikan dampak positif bagi daerah dalam peningkatan PAD, sesuai dengan berbagai produk hukum dan peraturan Pemkot Tual.

Rahayaan juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat Kota Tual agar bersama-sama menciptakan kondisi investasi yang aman bagi pihak perusahaan dalam melaksanakan aktivitas usaha.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak management PT SIS untuk menyampaikan dukungan serta aspirasi tersebut,” katanya.

Bagikan